Tampilkan postingan dengan label Artikel/ Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel/ Article. Tampilkan semua postingan

Banyak Tempat Untuk Merajut Cerita Setibanya di Sana

Jumat, 01 Mei 2009

Apapun yang ada dan bisa dirasakan oleh apapun itu, niscayanya selalu menghasilkan segala sesuatu yang bersifat final atau sementara, permanen dan tidak permanen. Hanya dua pilihan tersebut. Untuk mendapatkan dan meraih hal yang bersifat permanen di butuh kan proses yang tidak permanen dalam arti, selalu berubah ubah. Aktivitas. Dan hasil dari itu semua (hal yang tidak permanen/ aktivitas) bersifat value atau nilai. Nilai itulah yang tidak bisa berubah, karena proses yang telah berjalan. Jika suatu saat nilai itu berubah maka nilai yang di dapatkan sebelumnya akan sealu seperti itu, karena nilai yang baru di dapatkan dari hasil proses yang telah berjalan sesudah mendapatkan nilai yang pertama atau sebelumnya.

Pola berpikir bahwa nilai lah yang harus dikedepankan, sedangkan cara mendapatkan nilai menjadi hal yang di nomor duakan adalah cara berpendapat yang keliru. Begitu juga sebaliknya. Nilai dan proses adalah sebuah kesinambungan dalam menempatkan atau memposisikan diri dalam dunia/ kehidupan. Banyak yang tidak bisa menempatkan posisi diri sendiri dalam hidup sehingga tidak ada nilai yang di dapatkan. Fokus menetukan target nilai sehingga melupakan strategi dan proses mendapatkan nilai.

Dalam sebuah analogi, seorang Indonesia yang berkeinginan tinggal dan menetap di Giessen, Jerman. Tidak akan melakukan hal konyol dengan cara bermimpi saja dalam tidurnya untuk mendapatkan dirinya berada di Giessen, Jerman. Setidaknya dia akan membeli tiket pesawat dan memilih di posisi mana dia akan menduduki bangku penumpang di dalam pesawat tersebut. Apakah bangku penumpang yang berada disamping jendela dengan konsekwensi, bisa melihat pemandangan yang indah. Atau di bangku penumpang yang lainnya. Ruang VIP atau bisnis. Setiap penumpang memiliki kebebasan untuk memilih.

Juga dalam kehidupan. Ibaratkan sebuah perjalanan menuju kampung halaman sebagai nilai atau tujuan. Tentunya kita tidak akan menyia nyiakan waktu perjalanan kita terbuang percuma. Karena setibanya di tujuan, hal pertama yang paling menarik untuk diperbincangkan dengan yang lainnya atau dengan tuan rumah tentunya keindahan-keindahan yang ditemukan selama perjalan menuju kampung halaman. Menceritakan khayalan khayalan tentang kampung halaman ketika d perjalanan. Seperti apakah sekarang kampung halaman yang kita pernah tinggal di sana. Menceritakan peristiwa peristiwa menarik yang enak untuk di-shering dengan yang lainnya.

Kehidupan di dunia adalah perjalanan singkat menuju keabadian di kampung halaman. Posisi-posisi yang tersedia dalam kehidupan adalah tools bagaimana agar nilai yang di dapatkan nantinya menjadi maksimal. Dan kehidupan juga akan berkesempatan untuk memberi dan mendapatkan cerita-cerita indah yang nantinya akan bisa dibagi dan diceritakan bersama penghuni-penghuni kampung halaman yang abadi dan tentunya juga sebagai cerita indah untuk Tuan Rumah kampung halaman anak manusia.

Depok, Rabu, 29 April 2009
Ukhwah, Jln Muhammad Alif III, No 38A, kukusan, Beji
“hiasi perjalan hidup dengan merajut nilai-nilai waktu yang belum tahu kapan habisnya”
-Rifki Birrul Waalidain-


READ MORE - Banyak Tempat Untuk Merajut Cerita Setibanya di Sana

Kisah Sukses Mantan Seorang Petugas Keamanan

Selasa, 31 Maret 2009

Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.

Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.

Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.
>
Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.

Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk
memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.

Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.

Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil. Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah,
membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2. Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.

Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat. Setelah itu, ketika
beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan. Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini.

“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi. “Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata Fauzi.

Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri. “Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.

Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.

“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi. ” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang
telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”
READ MORE - Kisah Sukses Mantan Seorang Petugas Keamanan

Antum jatuh cinta..? Tafadhol....! ( Do you falling love..? please do that...! )

Kamis, 22 Januari 2009

Bagian yang tidak boleh dilupakan dari frame kehidupan ini adalah cinta. Dimana cinta merupakan anugerah yang terindah karunia sang kholik kepada makhluknya selain akal dan fikiran, nafsu dan syahwat tentunya.

Cintanya seorang manusia sangat jauh bedanya dari cinta seekor binatang yang tidak memiliki akal fikiran, pasti. Juga sangat jauh berbeda dari cintanya makhluk suci yaitu malaikat. Apalagi dengan cintanya makluk terkutuk yang bernama syetan, karna syetan hanya suka terhadap sesuatu yang tidak di sukai sang pemilik alam semesta ini,Allah SWT.

Cintanya manusia adalah:

cinta yang tulus ikhlas terhadap robbnya yang timbul setelah melalui fase perang pemikiran yang dahsyat yang tidak pernah di alamai oleh malikat sekalipun, karena manusia mempunyai akal dan fikiran.

Cinta manusia terhadap sesama makluk Allah (pria dan wanita) yang timbul, bukan hanya sekedar syahwat belaka (karena syahwat juga merupakan karunia yang diberikan Allah kepada kita). Tetapi cinta yang diikuti dengan pengharapan cinta yang lebih sejati dari semua cinta sejati yaitu cintanya Allah, setelah masa penungguan yang amat panjang dirasakan. Inilah setulus-tulusnya cinta, dan semurni-murninya cinta, cinta yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman! (semoga penulis memiliki rasa cinta ini dan juga para pembaca yang saya cintai karena Allah).

Dengan cinta manusia hadir dalam kehidupan ini, juga dengan cinta manusia menjalani alur maju mundurnya sebuah kehidupan yang hanya beberapa saat ini, dan juga dengan cinta yang hakiki --mudah-mudahan-- kita mengakhiri hidup kita ini. Amin…

Berbicara tentang cinta memang tidak akan ada habisnya. Terbukti kalau film, sinetron, puisi, lagu, lukisan, cerpen, novel yang berbau cinta selalu laris-manis di dunia hiburan, karena cinta itu sendiri adalah sebuah keindahan. Keindahan itu dapat berupa keindahan fisik seperti keindahan alam, puisi, dan lukisan. Dan yang kedua yaitu keindahan non fisik seperti akhlak seorang istri yang sholeha, suara yang merdu dan masih banyak lagi contoh yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari hari.

Semangat, percaya diri, sakit, depresi, bahkan bunuh diri akan dilakoni seseorang yang disebabkan oleh cinta, karna apa yang dinginkannya tidak tercapai. Oleh kerana itu tetap cinta yang hakiki itu hanyalah cinta pada Allah. Cinta pada anak, istri, suami, harta, pangakat, hanyalah sekeping cinta yang fana.

Banyak sudah kisah cinta ynag harus berakhir tragis:

Fir’aun akhirnya mati tenggelam karena terlalu cinta terhadap kekuasan, si Qorun di telan oleh bumi karena kekikiran dan kecintaannya yang sangat amat sangat terhadap harta, umat nabi Luth yang dimusnahkan dari muka bumi disebabkan karena kecintaan mereka terhadap nafsu syahwat yang menyimpang.

Namun banyak juga kisah-kisah cinta sejati yang berakhir dengan kegembiraan dan keharuan:

Cinta para generasi awal, yaitu generasi yang menjadi tauladan, generasi para sahabat yang dengan niat tulus ikhlas memperlihatkan kecintaannya terhadap Islam. As syahid ahmad yasin yang sangat mencintai al Aqso. As Syahid Muhammad fatih farhat, seorang pemuda yang sanggup membuat gentar tentara Israel dan dia sangat merindukan Allah dan bidadari-bidadari surga. Abdul Aziz Al Rantisi yang mencintai dan merindukan kesyahidan melalui roket heli tempur apache Israel.

Berbagai macam menu cinta yang ada di kehidupan ini. Bagi seseorang yang masih mempunyai rasa cinta , maka cinta itu akan menimbulkan kekuatan baginya (the power of love).

Ikhwan dan akhwat yang saya cintai karena Allah, sekarang kita tinggal memilih. Karena semua menu cinta telah terhidang pada jamuan kehidupan dunia ini.

Tafadhal ya akh…! Silahkan pilih!

01 november 2005,
Salam cinta untuk adinda: nesia,razak,dan mega
READ MORE - Antum jatuh cinta..? Tafadhol....! ( Do you falling love..? please do that...! )

Peregrination whit not finish stripe (perjalan tanpa garis finish)

Mempunyai berbagai permasalahan yang kompleks dan rumit, bertabur akan onak dan duri, dan bukan perjalan yang singkat untuk ditempuh melainkan perjalanan tanpa adanya garis finis. Itulah dunia da’wah yang selama ini sangat kita kenal.

Dunia da’wah (akrab didengar dengan dunianya aktivis), dalam pencapaian tujuannya acap kali menemukan tanggul-tanggul yang dapat mengurangi laju dari kendaraan da’wah itu sendiri. Ironisnya, dengan sadar kita menganggap tanggul tersebut hanya merupakan sebuah kewajaran dalam dunia da’wah.

Perselisihan, ketegangan, dan berbagai macam perwujudannya telah mencoba menjadikan tali silaturahim yang berperan sebagai motor da’wah ini ikut terusik. Perpecahan antara aktivis tidak dapat dielakkan lagi, bahkan berbuntut pada pencabutan hak loyalitasnya terhadap dunia da’wah nan indah ini.

Miris memang!

“Lingkaran-lingkaran” yang seharusnya menambah mesrah ikatan tali kekeluargaan diantara mereka malah menjadi sumber api perpecahan kader da’wah masa depan, kader da’wah bangsa, kader-kader da’wah dunia, dan kader da’wah yang akan memiliki prestasi nan gemilang di lembah sejarah manusia.

Siapa yang lebih bertanggung jawab akan hal ini?

Apakah sang murobbi yang tak padan dan tidak memenuhi hak mutarobinya?

Atau memang murni karena konflik-konflik internal (perang dingin) antara anggota “lingkaran” itu sendiri tanpa sepengetahuan murobbinya?

Atau sebab adanya seniorisme (siapa yang dapat hidayah lebih awal dialah yang paling berhak di dengar), hal ini bisa menjadi tanggul pengghalang jalannya da’wah ini?

Jika betul semua hal ini mengakibatkan timbulnya riak-riak kecil di samudera da’wah ini. Maka, apa sebuah kewajaran jika hal-hal ini ikut lebur dan larut dalam formula da’wah kita?

Jangan sampai ghiroh dan ruh da’wah para kader dibunuh dengan divonis matinya mereka di tali gantungan (ketidak pedulian masing-masing kita) yang telah lama melilit di leher mereka (para tentara Allah masa depan tersebut).

Dia-lah Allah yang maha membolak-balikan hati kita! Cerita baru akan selesai ketika nyawa tak lagi dikandung badan. Maka buatlah cerita tentang kemenangan dakwah!



01 november 2005,
Salam cinta untuk adinda nesia,razak,dan mega

READ MORE - Peregrination whit not finish stripe (perjalan tanpa garis finish)

Membangun Stasiun Kenangan

Proses! Itulah yang sedang dihadapi oleh bangsa tercinta ini.

Kenapa butuh proses?

Sepenting apakah proses tersebut?

Kenap proses lebih penting dari sebuah hasil yang besar yang datang secara instan?

Banyak pakar berkomentar: “ini adalah proses menuju bangsa yang lebih bermartabat!” ; “mau tidak mau proses ini harus kita hadapi sebagai bangsa yang terus berkembang menyusul ketertinggalan kita sebagai bangsa besar selama ini, untuk menjadi Negara impian!”. Tapi bukan republic mimpi milik pakar komunikasi yaitu uda Efendi Gozali.

Dalam membangun Negara besar, ada tahapan-tahapan yang harus dilewati sebelum mendapatkan visual arsitektur keindahan Negara Indonesia yang diimpikan. Sama halnya dengan membangun sebuah struktur gedung yang sudah dirancang oleh para arsiteknya untuk dijadikan sebuah hasil karya yang indah. Bangunan tidak akan jadi sebuah bangunan meskipun semua yang dibutuhkan lengkap semuanya. Seperti: bahan, pekerja, biaya, dan sarana. Tapi tidak ada waktu untuk melaukan proses pembangunan. Maka semua yang ada tersebut akan menjadi terbuang percuma dan membusuk tidak bisa di gunakan. Begitu juga dengan sebuah bangsa yang kaya ini.

Dan setelah kita merebut dan memiliki waktu untuk melakukan proses kita juga harus bisa menentukan marhala marhala atau tahapan-tahapan dalam membangun, untuk mendapatkan hasil yang di inginkan dan dalam mengefisienkan waktu agar produktif. Hukum alam sangat dekat sekali dengan apa yang akan kita lakukan: sebelum berlari seseorang akan melakukan langkah pertama, sebelum menulis sebuah buku best seller pasti dimulai dengan menuliskan sebuah kata, sebelum mendapatkan gelar doctor atau professor seseorang pasti memulai dengan duduk di bangku sekolah dasar, dan sebelum menjadi tua orang pasti melewatkan masa-masa kecilnya. Nah begitu juga dalam membangun sebuah bangunan, apalagi membangun sebuah Negara. Semuanya dimulai dari yang paling bawah. Sebelum membangun pondasi, tanah harus dipadatkan terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa dibangun pondasi. Sebelum membangun lantai dua, tentunya harus dibangun dulu lantai satu. Demikian seterusnya. Dimulai dari hal-hal yang paling kecil (bawah) kemudian terus berprose sampai pekerjaan finishing. Begitu juga ketika membangun sebuah Negara besar yang bernama Indonesia.

Terbayang bagi kita sebagai pagar bangsa (red: pemuda), kebesaran dan luasnya Indonesia dari sabang sampai merauke. Semuanya tidak akan mungkin langsung makmur menjadi bagian dari sebuah bangsa yang bermartabat dikemudian hari nya dalam waktu yang sikat. Tidak akan langsung makmur setelah teriakan reformasi oleh mahasiswa dan masyarakat buruh atau miskin kota tahun 1998 dulu, yang mengharapkan perubahan langsu setelah soeharto ‘KO’. Tidak. Sekali-kali tida.

Bukan berarti kita mencoba memancung semangat mahasiswa yang hoby dan gila aksi dijalan ibu kota untuk menuntut perubahan, atau juga semangat para buruh yang menuntut haknya, dan tidak juga 100% menyalahkan pihak eksekutif dan legislative Negara ini dalam usaha-usahanya dalam melakukan perubahan walau kecil dan tidak terasa bagi rakyat, dan juga tidak mendurhakai para abdi pendidikan yaitu guru-guru dan dosen yang selalu membina (mentarbiyah) daun muda negeri ini. Tapi hanya sedikit memberikan sentilan agar penghuni rumah (red. Indonesia) ini terbangun dari kasurnya yang empuk dan membesihkan rumahnya yang seperti kapal pecah.

Sudah dijelaskan, tidak mungkin kita membangun sebuah bangsa pencakar langit tetapi tidak dimulai dari bawah (pondasi/ keluarga) dan dari bawahnya (pemadatan tanah/ diri sendiri)! Struktur terkecil sebuah Negara adalah keluarag dan keluarga terdiri dari individu-individu yang berbagai karakter. Jadi benar kata kutipan nasehat dari Aa Gym, mulai lah dari diri sendiri! Ternyata memulai dari diri sendiri merupakan usaha yang paling besar dalam memabangun bangsa ini menjadi hasil karya yang fenomenal.

Jadikan setiap detik waktu dalam kehidupan kita merupakan bagian dari peran kita dalam melakukan proses hukum alam yang tidak dapat diganggu gugat! Sehingga setiap kita berhak menyatakan dirinya sebgai pahlawan sejati yang selalu memberikan makna dalam halte-halte kenangan dalam kehidupan sebagai seorang bangsa!

Kalo boleh jujur. Setiap individu dinegeri ini berpeluang menjadi sekuntum bunga yang memberikan keindahan pada setiap mata yang memandangnya, dengan warna-warni mahkota yang indah dan semerbak wanginya diantara hitamnya tanah yang bercampur lumpur yang tidak wangi. Benih-benih bunga tersebut sangatlah banyak, namun terkubur oleh tanah hitam. Diperlukan sedikit usaha untuk menyiramnya dan benih itupun pasti akan muncul kepermukaan kemudian menampakkan kuncupnya dan terus mengembang di taman bangsa yang tercinta ini.

Siapakah dari kita yang akan kembang dan menebarkan wanginya terlebih dahulu?
Saya akan jawab,”sayalah kembang yang pertama kali mewangikan taman surga dunia ini!”.

Rifki Birrul Waalidain
@ ruang kulia, gedung B,lantai 2. Jam 17.45, 2 mei 2008
“ikatlah ilmu dengan menuliskannya”
Rifki_payobadar@yahoo.com
READ MORE - Membangun Stasiun Kenangan

Mendambakan rumah impian

Selasa, 20 Januari 2009

Rumah!

Tempat yang sangat pribadi, dimana sipemiliknya bebas melakukan ekspresi semaunya. Sehingga apa saja yang terdapat di dalamnya sudah sewajarnya hanya diketahui oleh sipemilik atau sipenghuni! Mulai dari hal-hal yang kecil sampai yang paling besar. Mulai dari merek sabun mandi yang ada di kamar mandi sampai mobil BMW yang sedang terparkir di depan rumah dengan konsep minimalis namun harga maxis!

Dilapangan, rata-rata penghuni hanya memperhatikan apa saja yang ada di dalam rumah atau yang ada di sekitar rumah tapi sangat sedikit pemilik rumah yang mengerti atau paham bagaimana dan seberapa kuat struktur rumah tempat mereka tinggal dibangun. Jadi, segala sesuatu ada ilmunya. Tanpa tau bagaimana dan seberapa kuat struktur rumah dibangun maka kita tidak akan tahu kapan akan merekonstruksi ulang minimal merenovasi dan merawat tempat kita bernaung!


Jika sebuah rumah terdiri dari sekian banyak bahan yang disatu padukan sehingga mejadi satu kesatuan struktur rumah sehingga bisa berdiri kokoh dan stabil (Σv=0, Σh=0, Σm=0), lalu bagian struktur mana yang paling berperan agar bangunan tetap stabil? Dan jika rumah (Indonesia) terdiri dari sekian banyak suku, karakter, dan perbedaan umur (pemuda, anak-anak, orang tua) disatupadukan dengan kebhineka tunggal ika-an menjadi suatu tatanan struktur kenegaraan yang bermartabat hingga pada akhirnya bisa berdiri kokoh dan stabil, lalu bagian manakah yang paling berperan untuk menjaga agar struktur “bangunan” ini tetap stabil?
Sebelum dijawab…!

Ada sebuah analogi atau perumpamaan yang bisa sedikit membantu untuk menjawab pertanyaan: mana yang memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan masa depan bangsa ini? Jika suku cadang motor anda rusak, apa yang akan anda lakuakan? kalo anda boleh memilih pasti anda memilih mengganti dengan yang baru, jika yang rusak diperbaiki pasti ada sedikit keragu-raguan apakah bisa tahan lama atau tidak.

Jika genteng rumah anda bocor saya yakin anda akan lebih memilih menggantinya dengan yang baru dari pada menambal dengan lakban. Jika ban motor anda pecah pasti anda akan memilih untuk mengganti dengan yang baru (kalau anda punya uang banyak), sedangkan jika di tambal pasti meninggalkan bekas pada bagian yang ditambal dan umurnya tidak seawet yang baru.

Terakhir, jika cat rumah anda sudah kusam, pasti anda berusaha menutupinya dengan cat yang baru (mencat ulang), bukan malah mecuci dinding dengan air, plus sedikit diterjen barangkali?
Jawabanya adalah yang akan berperan banyak dalam menjaga kestabilan kondisi bangsa ini kedepan agar menjadi bangsa yang bermartabat dan disegani dunia adalah seorang pemuda bukan kakek-kakek.

Pemuda zaman sekarang, bukan pemuda kemaren.
Karena pemuda selalu mendapatkan peran penting dalam setiap skenario dan di setiap episode-episode atau lembaran-lembaran sejarah kebangkitan peradaban manusia. Sebut saja peristiwa tentang sumpah pemuda, kemudian pada masa penjajahan belanda dan berlanjut ketika detik-detik proklamasi di proklamirkan, berlanjut pada peristiwa malari kemudian reformasi. Setiap peristiwa selalu ada peran pemuda di dalamnya. Harapan stabilnya bangunan Indonesia ini di tangan pemudah sangatlah wajar dan secara logika sangat mudah diterima akal sehat. Karena pemimpin yang ada pada saat sekarang ini adalah pemuda yang baru datang hari kemaen (5 atau 10 tahun yang lalu), dan pemuda yang ada pada saat ini merupakan pemimpin yang menentukan nasib bangsa kedepannya.

Sekarang, pemuda yang manakah yang bisa mengemban tugas yang mulia tersebut? Yaitu pemuda yang memiliki karakter pemimpin yang kuat dan tertanam komitmen perubahan di dadanya. Dialah pemuda yang ditunggu-tunggu selama ini yang bisa menjadi penentu arah di masa depan, dengan bekal: pemahaman yang kuat; keikhlasan dalam bermetamorfosis dan memetamorfosis; amal nyata dalam segala hal; bersungguh-sungguh mengusung perubahan; pengorbanan yang selalu menjadi cirikhasnya dalam setiap aksinya; ta’at dan patuh terhadap peraturan, sehingga memberikan contoh kedisiplinan pada khalayak; bersikap tegar dalam menyelesaikan dan menghadapi perjalan jauh untuk menorehkan tinta emas dalam setiap halte-halte kehidupannya; totalitas dalam menggapai tujuan untuk menjadikan mimpi menjadi nyata; mengikat tali persaudaraan (ukhuwah) dalam kondisi apapun dan dengan siapa pun; dan terakhir percaya dengan sesama saudara yang selalu memperjuangkan dan selalu berusaha untuk menggapai negeri utopia (impian) ini.


10 karakter yang disebutkan diatas tidak akan lepas dari jiwa seorang intelektual muda yang progresif, kreatif, dan memiliki inovasi-inovasi baru dan tidak basi sekaligus populer dalam melakukan perubaha kearah yang lebih baik.
Konsep rumah dari sudut pandang sebuah bangsa. Merupakan tempat bernaungnya berbagai macam model dan karakter masyarakat di dalamnya. Mulai dari yang kaya sampai yang miskin, dari yang berpendidikan sampai yang buta huruf, dari yang putih sampai hitam, dari yang berpakaian rapih sampai yang telanjang, dari yang peduli sampai apatis, dan masih banyak lagi macamnya.

Siapapun diri kita, dan penghuni yang bagaimanakah diri kita ini, sedikit banyaknya harus mengerti dan paham bahwa bagian yang berperan dalam menjaga kekuatan bangunan rumah kita ini (Indonesia) adalah pemuda, sehingga kita tau apa yang harus kita lakukan dan kita tahu kapan harus merenovasinya dan merawatnya untuk menjaga agar tetap kuat menghadapi masa depan bangsa ini. Jadi setiap kita mempunya kewajiban untuk menjaga dan merawatnya dengan bijak. Sehingga kita nyaman untuk tinggal di dalam rumah (Indonesia) yang sangat kita sayangi ini.


Kesimpulannya, jika struktur terpenting dalam sebuah bangunan besar (yang bernama Indonesia) ini yaitu pemuda, dan dia sudah memiliki karekter yang kuat sebagai intelektual muda dan selalu siap siaga dalam menopang perubahan zaman yang diwariskan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya, maka berbahagialah! Karena ini merupakan langkah pertama yang sudah dilakukan untuk mengejar masa depan emas dan indonesia emas. Namun jika belum, ini adalah pekerjaan rumah (PR) kita bersama dan harus diselesaikan secepat mungkin dan dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya agar kita tidak selalu kitinggalan jauh, dan selalu terbawa euforia kejayaan kerajaan-kerajaan zaman dulu.


Kemudian singsingkanlah lengan baju Katakan pada setiap orang dengan tegas! Pemuda adalah pewaris negeri...! maka saya telah bersiap siaga dan karena saya (pemuda) yakin kapanpun saya siap menggiring bangsa ini menjadi rumah idaman setiap orang.

Wisma Al Kahfi, 3 mei 2008,
dini hari jam 01.08 wib

Rifki ”Biruul walidain”

”Untuk kedua orang tua yang berada jauh di negeri seberang,
Dan untuk adik-adik ku yang trcinta: nesia, razak, mega.”
READ MORE - Mendambakan rumah impian

Sekuntum mawar di celah lumpur hitam

Senin, 17 November 2008

Sekilas jika kita coba memperhatikan mawar yang ada di depan halaman rumah. Tidak ada yang istimewa, biasa-biasa saja. Hanya mahkota bunganya yang lebih kelihatan menarik bagi mata untuk memandangnya, sekedar untuk berucap kalimat tasbih memuji Sang Pencipta. Sudah, itu saja.

Tapi jika kita memperhatikan, kenapa sekuntum mawar yang merah merona dan wangi semerbak bisa mekar dengan indahnya dari celah-celah tanah hitam yang kotor dan bau? Kenapa keindahan itu muncul dari tanah yang kotor, hitam, dan bau? Keajaiban penciptaan.


Bacalah. Bacalah dengan menyebut nama Robbmu yang telah menciptakan mu.


Perumpamaan bunga mawar, seperti itulah orang yang memiliki ilmu dan amal. Ilmunya akan menjaga amalnya dari pengaruh luar yang dapat merusak. Serta amalnya akan memperkokoh keilmuannya. Ilmu ibarat duri dan amal ibarat kelopak bunga yang indah.


Amal akan bisa menjadi kenyataan ketika hati telah memutuskan, dan hati dapat memutuskan dengan benar ketika akal telah mengolah data-data yang berguna untuk melakukan apa yang akan dikerjakan/ amalkan. Dan akal akan memberikan input yang benar ketika akal kaya akan ilmu-ilmu yang benar. Semua akan saling berkaitan dan mewarnai.


Ketika amal dan ilmu telah menyatu dalam kehidupan manusia. Hiruk pikuk kepentingan dunia semata tidak ada pengaruh baginya. Malah akan menjadi pemacu diri untuk terus mempertajam ilmu dan memperindah amal.


Sekotor-kotornya tanah tidak akan menjadikan hilangnya keindahan sekuntum bunga mawar. Sehancur-hancurnya zaman tidak akan menjadikan hilangnya militansi amal seorang aktivis da’wah di muka bumi.
Wallahua’lam
Rifki ‘birrul waalidain’
17 november 2008, senin, @ wisma KAHFI, 21.16 WIB

READ MORE - Sekuntum mawar di celah lumpur hitam

da'i yang kuat

Jumat, 07 November 2008

Semut, makluk kecil yang menikmati tubuhnya yang “kecil” tanpa mengingkari kenikmatan yang sudah diberikan oleh sang yang Maha Pemberi. Selalu bergerak kemanapun ia suka tanpa menganggap apaun yang menghalanginya sebagai penghalang baginya. Bahkan apapun benda yang menghalanginya pasti dijadikan tempat untuk melangkahkan kakinya yang kecil tersebut untuk selalu bergerak. Kita halangi dengan tangan kita, dia berjalan di atasnya! Dihalangi dengan buku, dia berjalan di atas buku! Dihalangi dengan padang rumput yang luas, dia jadikan rumah bahkan istana disana, di padang rumput tersebut.

Tabiat dan tujuan dari seekor semut cuma satu. Mencari gula. Semut tak akan berhenti bergerak, berjalan, mondar mandir, merayap, memanjat sampai ia mendapatkan apa yang dicari. Tidak Cuma itu yang bisa kita lihat dari seekor semut. Setelah si semut mendapatkan secuil gula, tanpa rasa rakus ia langsung membawa hasil penemuannya tersebut ke sarangnya, untuk dinikmati bersama-sama semut yang lain, sekali lagi tanpa rakus dan mementingkan keuntungan diri sendiri.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Kuasa atas apapun di alam semesta ini. Semoga kita bisa membaca tanda-tanda/ ayat-ayat yang bertebaran di muka bumi ini. Semut salah satunya. Jika kita bisa mengambil pelajaran dari small teacher (semut) ini, maka kehidupan seorang anak manusia (da’i) tidak ubahnya sekor semut kecil yang tinggal di “padang rumput belakang rumah”. Tujuan, winning goal harus kita miliki. Jika semut tujuan hidupnya adalah secuil gula, maka manusia hanyalah Allah SWT. Kegagalan-kegagalan yang ditemui dalam kehidupan adalah sebuah jalan baru yang mau tidak mau harus dilewati (seperti semut tadi yang selalu menjadikan apapun yang menghalanginya sebagai tempat melangkahkan kaki kecilnya yang mungil) dan dinikmati (seperti semut yang membangun istananya di padang rumput) untuk mencapai tujuan hidup.

Winning team yang dimiliki semut berhasil menjadikan semut menguasai tiap jengkal tanah yang anda di permukaan bumi, bahkan menjadi populasi terbanayak di bumi melebihi manusia. Manusia (da’i) juga harus memiliki al-jama’atu tastahiqqun najah (winning team), biar fitnah terhadap para da’I dan Islam tidak lagi dominan di telinga kita. Selalu bergerak, bergerak, dan bergerak dengan team yang kuat. Sebuah kegagalan hanyalah ibarat buku yang mengahalangi semut tadi. Coba kita bandingkan luas buku dengan luas permukaan bumi! Kecil. Jadi kegagalan hanyalah sebuah hal kecil yang menghalagi kita dari kesuksesan untuk mencapai kesuksesan yang terbentang luas.

Masih banyak lagi yang dapat kita ambil dari seekor semut. Ini menjadi sebuah bukti jika tidak ada sebuah penciptaan yang sia-sia. Semua tergantung bagaimana cara berfikir dalam menyikapai keajaiban sebuah penciptaan.

Pilihan dalam hidup bagi seorang da’i hanya ada satu. Menang atau menang! Salah satu yang menjadi syarat datangnya kemenangan tersebut adalah winning value, nilai-nilai apa yang membuat kita berhak mendapatkan kemenangan tersebut. Dan semoga kita menang sebagai penghuni syurganya Allah SWT yang Maha Agung yang sudah merancang kehidupan ini untuk kita jalani dan hadapai tantangan-tantangan yang disuguhkan kepada hamba-hambanya yang kuat.

Rabu, 8 Agustus 2007@ taman FIBUI, 18.07 WIB
direvisi Jum’at,7 November 2008 @ wisma KAHF, 11.06 WIB
READ MORE - da'i yang kuat

wanita itu mutiara

Senin, 03 November 2008

Woman was made from the rib of man, She was not created from his head to top him, Not from his feet to be stepped upon, She was made from his side to be close to him, From beneath his arm to be protected by him, Near his heart to be loved by him.

Bagaimana perasaan seorang pria jika dikelilingi banyak wanita? Jika pertanyaan itu disodorkan kepada saya, maka ungkapan ?bangga? nampaknya cukup mewakili perasaan saya. Saya senang setiap hari dikelilingi wanita cantik, shalihah pula. Dan tentu pada saat itu saya semakin merasa menjadi ?pangeran?. Ups, jangan curiga dulu, karena wanita-wanita cantik nan shalihah yang saya maksud adalah istri dan dua anak saya yang keduanya ?kebetulan? wanita. Insya Allah.

Tidak hanya itu, sebelum saya menikah, saya juga lebih banyak disentuh oleh wanita, yakni ibu karena semenjak usia enam tahun saya memilih untuk ikut ibu saat ia bercerai dengan ayah. Sebuah naluri kedekatan anak terhadap ibunya yang tidak sekedar karena telah menghisap ratusan liter air susu ibunya, melainkan juga ikatan bathin yang tak bisa terpisahkan dari kehangatan yang senantiasa diberikan seorang ibu terhadap anaknya.

Karena itulah, dalam hidup saya tidak ingin berbuat sesuatu yang sekiranya dapat mengecewakan dan melukai seorang wanita. Namun sikap yang tepat dan bijak harus diberikan seorang pria mengingat wanita itu terbuat dari tulang rusuk yang bengkok, yang apabila terdapat kesalahan padanya, pria harus berhati-hati meluruskannya. Terlalu keras akan mematahkannya, dibiarkan juga salah karena akan tetap pada kebengkokannya. Meski demikian, tidak sedikit pria harus membiarkan wanita kecewa demi meluruskan kesalahan itu, toh setiap pria yang melakukan itu pun sangat yakin bahwa kekecewaan itu hanya sesaat kerena selanjutnya akan berbuah manis.

Wanita itu ibarat bunga, yang jika kasar dalam memperlakukannya akan merusak keindahannya, menodai kesempurnaannya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Ia ibarat selembar sutra yang mudah robek oleh terpaan badai, terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air. Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan yang menyakitkan karena hatinya begitu lembut, jangan pula membiarkannya sendirian menantang hidup karena sesungguhnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman. Sebaiknya tidak sekali-kali membuatnya menangis oleh sikap yang mengecewakan, karena biasanya tangis itu tetap membekas di hati meski airnya tak lagi membasahi kelopak matanya.

Wanita itu mutiara. Orang perlu menyelam jauh ke dasarnya untuk mendapatkan kecantikan sesungguhnya. Karenanya, melihat dengan tanpa membuka tabir hatinya niscaya hanya semu sesaat yang seringkali mampu mengelabui mata. Orang perlu berjuang menyusur ombak, menahan arus dan menantang semua bahayanya untuk bisa meraihnya. Dan tentu untuk itu, orang harus memiliki bekal yang cukup sehingga layak dan pantas mendapatkan mutiara indah itu.

Wanita itu separuh dari jiwa yang hilang. Maka orang harus mencarinya dengan seksama, memilihnya dengan teliti, melihat dengan hati-hati sebelum menjadikannya pasangan jiwa. Karena jika salah, ia tidak akan menjadi sepasang jiwa yang bisa menghasilkan bunga-bunga cinta, melainkan noktah merah menyemai pertikaian. Ia tak akan bisa menyamakan langkah, selalu bertolak pandang sehingga tak memberikan kenyamanan dan keserasian. Ia tak mungkin menjadi satu hati meski seluruh daya dikerahkan untuk melakukannya. Dan yang jelas ia tak bisa menjadi cermin diri disaat lengah atau larut.

Wanita memiliki kekuatan luar biasa yang tak pernah dipunyai lawan jenisnya dengan lebih baik. Yakni kekuatan cinta, empati dan kesetiaan. Dengan cintanya ia menguatkan langkah orang-orang yang bersamanya, empatinya membangkitkan mereka yang jatuh dan kesetiaannya tak lekang oleh waktu, tak lebur oleh perubahan.

Dan wanita adalah sumber kehidupan. Yang mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kehidupan baru, yang dari dadanya dialirkan air susu yang menghidupkan. Sehingga semua pengorbanannya itu layak menempatkannya pada kemuliaan surga, juga keagungan penghormatan. Tidak berlebihan pula jika Rasulullah menjadi seorang wanita (Fathimah) sebagai orang pertama yang kelak mendampinginya di surga.

Untung saya bukan penyanyi ngetop yang menjadikan wanita dan cintanya sebatas syair lagu demi meraup keuntungan. Sehingga yang tampak dimata hanyalah wanita sebatas bunga-bunga penghias yang bisa dicampakkan ketika tak lagi menyenangkan. Kebetulan saya juga bukan bintang sinetron yang kerap diagung-agungkan wanita. Karena kalau saya jadi mereka, tentu ?kebanggaan? saya dikelilingi wanita cantik bisa berbeda makna dengan kebanggaan saya sebagai seorang yang bukan siapa-siapa.

Bagusnya juga wanita-wanita yang mendekati dan mengelilingi saya bukanlah mereka yang rela diperlakukan tidak seperti bunga, bukan selayaknya mutiara dan tak selembut sutra. Bukan wanita yang mencampakkan dirinya sendiri dalam kubangan kehinaan berselimut kemewahan dan tuntutan zaman. Tidak seperti wanita yang rela diinjak-injak kehormatannya, tak menghiraukan jerit hatinya sendiri, atau bahkan pertentangan bathinnya. Juga bukan wanita yang membunuh nuraninya sendiri sehingga tak menjadikan mereka wanita yang pantas mendapatkan penghormatan, bahkan oleh buah hatinya sendiri.

Dan sudah pasti, selain tak ada wanita-wanita macam itu yang akan mendekati lelaki bukan siapa-siapa seperti saya ini, saya pun tentu tidak akan betah berlama-lama berdekatan dengan mereka, apalagi bangga. Semoga ?
READ MORE - wanita itu mutiara

jika aku jatuh cinta

Cinta. Sebuah kata singkat yang memiliki makna luas. Walaupun belum teridentifikasi secara pasti, namun eksistensi cinta diakui oleh semua orang. Al-Ghazali mengatakan cinta itu ibarat sebatang kayu yang baik. Akarnya tetap di bumi, cabangya di langit dan buahnya lahir batin, lidah dan anggota-anggota badan. Ditujukan oleh pengaruh-pengaruh yang muncul dari cinta itu dalam hati dan anggota badan, seperti ditujukkanya asap dalam api dan ditunjukkanya buah dan pohon.

Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertempuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin. Tapi cinta itu tentu porsinya tidak melebihi cinta kita pada Allah, karena Allah mengatakan, “Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjiha di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”

Prestasi kepahlawanan para pejuang tidak terlepas dari pengaruh cintanya seorang pemuda kepada pemudi. Umar bin Abdul Aziz berhasil memenangkan pertarungan cinta sucinya kepada Allah dari pada cinta tidak bertuannya kepada seorang gadis. Tidak ada yang salah pada cinta. Berusahalah menempatkannya pada tempat, waktu dan sisi yang tepat.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engaku mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

(Yesi Elsandra, special untuk yang saling mencintai karena-Nya)
READ MORE - jika aku jatuh cinta

kiat kiat mencari jodoh...

Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, supaya muncul suatu ketenangan, kesenangan, ketentraman, kedamaian dana kebahagiaan. Hal ini tentu saja menyebabkan setiap laki-laki dan perempuan mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah manusia, apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan Ilahi dan dalam sunnah Rasul ditegaskan bahwa " Nikah adalah Sunnahnya".

Oleh karena itu Dinul Islam mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan dan selanjutnya mengarahkan pertemuan tersebut sehingga terlaksananya suatu pernikahan.

Namun dalam kenyataannya, untuk mencari pasangan yang sesuai tidak selamanya mudah. Hal ini berkaitan dengan permasalahan jodoh. Memang perjodohan itu sendiri suatu hal yang ghaib dan sulit diduga, kadang-kadang pada sebagian orang mudah sekali datangnya, dan bagi yang lain amat sulit dan susah.

Bahkan ada kalanya sampai tua seseorang belum menikah juga. Fenomena beberapa tahun akhir-akhir ini, kita melihat betapa banyaknya muslimah-muslimah yang menunggu kedatangan jodoh, sehingga tanpa terasa usia mereka semakin bertambah, sedangkan para musliminnya, bukannya tidak ada, mereka secara ma'isyah belum berani maju untuk melangkahkan kakinya menuju mahligai rumah tangga yang mawaddah wa rohmah.

Kekhawatiran jelas tampak, ditengah-tengah perekonomian yang semakin terpuruk, sulit bagi mereka untuk memutuskan segera menikah. Gejala ini merupakan salah satu dari problematika dakwah dewasa ini.

Dampaknya kaum muslimah semakin membludak, usia mereka pelan namun pasti beranjak semakin naik. Untuk mencari solusinya, dengan tetap berpegangan kepada syariat Islam yang memang diturunkan untuk kemashlahatan manusia,

beberapa kiat mencari jodoh dapat dilakukan :

1. Yang paling utama dan lebih utama adalah memohonkannya pada Sang Khalik, karena Dialah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan (QS.4:1). Permohonan kepada Allah SWT dengan meminta jodoh yang diridhoiNya, merupakan kebutuhan penting manusia karena kesuksesan manusia mendapatkan jodoh berpengaruh besar dalam kehidupan dunia dan akhirat seseorang.

2. Melalui mediator, antara lain :

a. Orang tua. Seorang muslimah dapat meminta orang tuanya untuk mencarikannya jodoh dengan menyebut kriteria yang ia inginkan. Pada masa Nabi SAW, beliau dan para sahabat-sahabatnya segera menikahkan anak perempuan. Sebagaimana cerita Fatimah binti Qais, bahwa Nabi SAW bersabda padanya : Kawinlah dengan Usamah. Lalu aku kawin dengannya, maka Allah menjadikan kebaikan padanya dan keadaanku baik dan menyenangkan dengannya(Hr.Muslim).

b. Guru ngaji (murobbiyah).Jika memang sudah mendesak untuk menikah, seorang muslimah tidak ada salahnya untuk minta tolong kepada guru ngajinya agar dicarikan jodoh yang sesuai dengannya. Dengan keyakinan bahwa jodoh bukanlah ditangan guru ngaji. Ini adalah salah satu upaya dalam mencari jodoh.

c. Sahabat dekat. Kepadanya seorang muslimah bisa mengutarakan keinginannya untuk dicarikan jodoh. Sebagai gambaran, kita melihat perjodohan antara Nabi SAW dengan Khadijah ra. Diawali dengan ketertarikan Khadijah ra kepada pribadi beliau yang pada saat itu berstatus karyawan pada perusahan bisnis yang dipegang oleh Khadijah ra. Melalui Nafisah sebagai mediatornya akhirnya Nabi SAW menikahi Khadijah ra.. d. Biro Jodoh. Biro jodoh yang Islami dapat memenuhi keinginan seorang muslimah untuk menikah. Dikatakan Islami karena prosedur yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Salah satu diantaranya adalah Club Ummi Bahagia.

3. Langsung, dalam arti calon sudah dikenal terlebih dahulu dan ia berakhlak Islami menurut kebanyakan orang-orang yang dekat dengannya (temannya atau pihak keluarganya). Namun pacaran tetap dilarang oleh Islam. Jika masing-masing sudah cocok maka segera saja melamar dan menikah.

Kadang kala yang tertarik lebih dahulu adalah muslimahnya, maka ia dapat menawarkan dirinya kepada laki-laki saleh yang ia senangi tersebut (dalam hal ini belum lazim ditengah-tengah masyarakat kita). Seorang sahabiat pernah datang kepada Nabi SAW dan menawarkan dirinya pada beliau. Maka seorang wanita mengomentarinya, "Betapa sedikit rasa malunya." Ayahnya yang mendengar komentar putrinya itu menjawab, "Dia lebih baik dari pada kamu, dia menginginkan Nabi SAW dan menawarkan dirinya kepada beliau."

Sebuah cerita bagus dikemukakan oleh Abdul Halim Abu Syuqqoh pengarang buku Tahrirul Mar'ah, bahwa ada seorang temannya yang didatangi oleh seorang wanita untuk mengajaknya menikah. Temannya itu merasa terkejut dan heran, maka wanita itu bertanya, "Apakah aku mengajak anda untuk berbuat haram? Aku hanya mengajak anda untuk kawin sesuai dengan sunnah Allah dan RasulNya". Maka terjadilah pernikahan setelah itu. Semua upaya tersebut hendaknya dilakukan satu persatu dengan rasa sabar dan tawakal tidak kenal putus asa.

Disamping itu seorang muslimah sambil menunggu sebaiknya ia mengaktualisasikan kemampuannya. Lakukan apa yang dapat dilakukan sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan dakwah. Jika seorang muslimah kurang pergaulan, bagaimana ia dapat mengenal orang lain yang ingin menikahinya.

Barangkali perlu mengadakan evaluasi terhadap kriteria pasangan hidup yang ia inginkan. Bisa jadi standar ideal yang ia harapkan menyebabkan ia terlalu memilih-milih.

Menikah dengan orang hanif (baik keagamaannya) merupakan salah satu alternatif yang perlu diperhatikan sebagai suatu tantangan dakwah baginya.

Akhirnya, semua usaha yang telah dilakukan diserahkan kembali kepada Allah SWT. Ia Maha Mengetahui jalan kehidupan kita dan kepadaNyalah kita berserah diri. Wallahu A"lam bishowab.
READ MORE - kiat kiat mencari jodoh...

tarbiyah dzatiyah

Rabu, 24 September 2008

Sebagai manusia, tentu memiliki fitrah sebagai manusia. Salah satunya adanya rasa untuk meiliki diri sendiri atau memiliki kepribadian sendiri tanpa dibawah pengaruh orang lain. Dan hati nurani manusia itu selalu coendrung terhadap yang baik/ indah. Sekarang yang jadi pertanyaannya: apakah manusia tersebut sanggup mencapai kepribadian yang baik?

Tarbiyah dzatiya memiliki peran yang sangat penting dan dibutuhkan sekali dalam membentuk kepribadian yang baik. Karena segala sesuatu yang dilakukan oleh seseorang , hanya diketahui oleh dirinya dan Allah SWT. Apakah itu amal perbuatan yang baik, ataukah sebuah kemaksiatan kecil, dosa, dan lain sebagainya. Gigi yang sakit hanya dapat dirasakan oleh orang yang mempunyai gigi tersebut, mustahil jika orang lain dapat merasakan rasa nyeri yang sama, dan orang yang merasakan sakit gigi tantu ia akan mencari obat gigi. Begitu pula lah orang yang merasakan dirinya dalam kekurangan maka ia akan berusaha menghilangkan kekurangan atau menjadikan kekurangan tersebut menjadi sebuah kelebihan bagi dirinya. Disinilah kita dapat mendefenisikan tarbiyah dzatiyah (pembinaan diri/ pribadi) itu adalah sesuatu yang penting.

Dan manusia sebagai da’I dimuka bumi ini tentu saja akan memperbaiki kondisi yang ada menjadi lebih baik, memberikan nasehat atau taujih. Dan untuk bisa melakukan itu semua tentulah kita harus terlebih dahulu menjadi seorang panutan yang patut ditiru. Maka dengan memperbaiki diri sendiri (tarbiyah dzatiyah) sebuah kepribadian yang yang layak ditiru akan muncul. Karena sebuah kepribadian tidak akan bisa timbul dengan beberapa kali ceramah saja.

Di alam tentulah berlaku hukum alam. Sebuah benda pasti terdiri dari seperangkat bagian-bagian kecil. Contohnya: meja terdiri dari beberapa bagian, yaitu kaki meja dan alas utuk meletakkan benda, dan kaki meja terdiri dari serat-serat kayu, dan serat-serat kayu terdari dari beberapa bagian lagi. Begitu seterusnya. Dan dalam memperbaiki sebuah bangsa yang moralnya hampir rusak total ini akan dapat diperbaiki kembali jika dimulai dari setiap individu yang hidup di negeri ini. Sebab jika setiap individu baik, maka baik pulalah keluarganya. Dengan sendirinya pula negeri ini akan membaik.
READ MORE - tarbiyah dzatiyah